Kamis, 03 Maret 2011

View From 9th Stories of My Office

Siang ini tidak begitu cerah. Yah bila dibandingkan dengan cerahnya siang kemarin, nampak awan mendung menggelayut dengan manja pada langit yang biru. Suara kendaraan diluar sana terdengar dengan jelas dari ruang rapat, yang kini menjadi ruang kerjaku, yang hening dan nyaman ini. Kembali aku disibukkan dengan setumpuk dokumen pengadaan yang menunggu untuk dilengkapi. Kejenuhan amat sering kurasakan bila berhadapan dengan kertas-kertas tersebut. Aku merasa, hey..apa gunanya aku capek-capek kuliah D3 dan berusaha untuk mendapatkan nilai terbaik di setiap subjek mata kuliahku bila aku kemudian hanya akan berakhir dengan setumpuk dokumen ini?

Am I that useless?

Yang bisa menjawab pertanyaan itu tentu aku sendiri. Mungkin, makna useless disini bukan berarti tenaga & keahlianku tidak digunakan sama sekali. Bukan, bukan begitu maksudnya. Tapi useless disini lebih kepada, keahlianku dibidang yang lebih banyak menggunakan otak tidak terlalu dianggap disini. Buktinya, aku diberikan tanggung jawab untuk membenahi seluruh arsip yang ada di Subbag ini. Bukannya pekerjaan arsip-mengarsip lebih pas diserahkan kepada ahlinya? Apa pantas lulusan STAN, D3, Akuntansi pula disuruh meng-handle arsip sedemikian banyaknya? Tentu tidak..

Tapi, apa aku terlalu banyak mengeluh ya? Ya, sepertinya sih begitu. Pekerjaan arsip itu kan sebenarnya pekerjaan yang sepele. Tidak menuntut pengamatan yang ngjelimet. Tidak butuh analisis yang mendalam. Cukup disusun saja, entah itu berdasarkan tanggalnya, atau no. suratnya, atau agendanya, yang penting kalo ada yang mencari arsip, dokumen tersebut dapat segera ditemukan. That's it. Just that simple..!!

Hahh..aku malas hendak mengeluh terus menerus. Masih banyak seharusnya yang perlu aku syukuri atas segala karunia & rahmat yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadaku. Masih banyak hal-hal menyenangkan yang bisa kuurus mulai dari sekarang. Contohnya, persiapan pernikahanku.

Aku sangat senang bila membicarakan tentang persiapanku yang satu ini. Bagaimanapun, setiap orang tentu hanya ingin mengalami pernikahan satu kali dalam hidupnya. Dengan asumsi seperti itu, maka persiapan yang sedang kujalani ini pun insya Allah akan menjadi yang pertama & terakhir bagiku.

Undanganku, jadwal pencetakannya lewat dari jadwal yang sebelumnya telah dirancang. Awal Maret ini, undanganku seharusnya sudah dicetak. Namun apa daya, sampai hari ini pun kelanjutan cerita dari hasil koreksi undanganku belum juga dikirimkan oleh vendor. Alhasil, weekend ini kami harus ke Pasar Tebet lagi untuk menagih janji mas vendor yang udah kalang dilanggar. Huhh..berurusan dengan hal-hal seperti ini bisa bikin deg-degan dan cemas berlebihan deh. Dan tentunya, tidak baik untuk kecantikan :D


Souvenirku, insya Allah akan jadi tanggal 19 Maret ini. Tetap seperti yang direncanakan, souvenirku nanti adalah towel cake. Mudah-mudahan hasilnya bagus & memuaskan seperti yang gambar yang kuberikan kepada vendornya. Semoga seluruh urusanku dimudahkan. Amin..


Rumah kontrakan, alhamdulillah sudah dapat. Sudah kubayar lunas juga. 12 juta untuk satu tahun. Rencananya per April sudah mulai ayankku tempati. Mungkin bukan langsung di tempati begitu. Baru dibersih-bersihkan dulu saja karena perabotannya belum dibeli sih. Rumahnya 2 lantai, 3 KM, 2 KT, ada dapur, dan ruang tamunya. Sempit sih, tapi lumayanlah untuk memulai hidup baru. Mudah-mudahan setelah itu kami bisa membeli rumah yang saking luasnya beli dipake untuk maen futsal di halamannya. Amin..


Uhhmm trus apalagi ya? Oya, untuk belanja seserahan belom kelar nih. Baru dapat handuk couple sama sepatu doank. Rencananya sih weekend ini pengen beli tas. Budget untuk tasku naik lho, dari yang tadinya cuma 200 ribu sekarang jadinya 400 atau 350 ribu gitu deh. Habisnya masa aku kalah dari mbak fitri. Dia aja tasnya merk Charles & Keith yang harganya sekitar 400rban. Aku juga bisa donk. Hehe.. Dasar cewek. Kayak gitu aj disaing-saingin. Gapapalah, sekali-sekali ini kan ya..


Satu hal yang perlu kuingat baik-baik. Jangan sampe karena belanja seserahan, belanja cincin kawin jadinya terlupakan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar